Iklan

Kanker Prostat, Dapatkah Menyerang Kaum Milenial?

snapIG
03 November 2021 | 20.15 WIB Last Updated 2021-11-03T13:15:29Z

Doc. Gambar : Halodoc

SnapIG.idSetelah Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono didiagnosis mengalami kanker prostat atau prostate cancer stadium awal, traffic pembicaraan tentang kanker prostat memuncaki trending di google pencarian, warga net  ingin mengetahui banyak hal tentang penyakit tersebut.

Sebenarnya apa itu kanker prostat? 

Kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada prostat. Sebagai informasi, prostat adalah kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani, yang memberi nutrisi dan mengangkut sperma. Melansir American Cancer Society, kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dialami pria. Banyak kanker prostat tumbuh lambat dan terbatas pada kelenjar prostat, sehingga tidak menyebabkan masalah serius.

Namun, ada jenis kanker prostat lain yang bersifat agresif dan dapat menyebar dengan cepat. Kanker prostat yang terdeteksi lebih awal – ketika masih terbatas pada kelenjar prostat – memiliki peluang terbaik untuk pengobatan yang berhasil. Penyebab kanker prostat Hingga kini belum diketahui jelas apa yang menyebabkan kanker prostat. Dokter tahu bahwa kanker prostat dimulai ketika sel-sel di prostat mengembangkan perubahan dalam DNA. DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan. Perubahan tersebut, memberi tahu sel untuk tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel normal. Kemudian, sel-sel abnormal terus hidup, ketika sel-sel lain akan mati. Akumulasi sel-sel abnormal membentuk tumor yang dapat tumbuh untuk menyerang jaringan di dekatnya. Pada waktunya, beberapa sel abnormal dapat pecah dan menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lainnya.

Gejala kanker prostat Kanker prostat pada tahap awal kemungkinan tidak menimbulkan banyak gejala. Namun, beberapa gejala kanker prostat yang mungkin muncul, sebagai berikut: 

Kesulitan buang air kecil 

- Penurunan kekuatan dalam aliran urin 

- Darah dalam urin 

- Darah dalam air mani 

- Sakit tulang 

- Berat badan turun tanpa perubahan pola makan 

- Disfungsi ereksi 

Mengetahui stadium kanker prostat dapat membantu seseorang memahami apa yang terjadi di dalam tubuhnya. Berikut ini daftar stadium kanker prostat: 

Tahap 0: Sel prakanker muncul, tetapi hanya memengaruhi area kecil dan tumbuh lambat. 

Terlokalisasi (stadium 1): Kanker hanya ada di kelenjar prostat. Perawatan yang efektif dimungkinkan pada tahap ini. 

Regional (stadium 2–3): Kanker telah menyebar ke jaringan terdekat. 

Jauh (stadium 4): Kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru atau tulang. 

Faktor risiko kanker prostat 

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat, meliputi: 

1. Usia tua Risiko Anda terkena kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Ini paling umum setelah usia 50 tahun. 

2. Riwayat keluarga Jika kerabat sedarah, seperti orangtua, saudara kandung atau anak, ada yang didiagnosis menderita kanker prostat, risiko Anda mungkin meningkat. Selain itu, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan gen yang meningkatkan risiko kanker payudara (BRCA1 atau BRCA2) atau riwayat keluarga kanker payudara yang sangat kuat, risiko kanker prostat Anda kemungkinan juga lebih tinggi. 

3. Obesitas Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat, dibandingkan dengan orang yang dianggap memiliki berat badan yang sehat, meskipun penelitian memiliki hasil yang beragam. Pada orang gemuk, kanker lebih cenderung menjadi lebih agresif dan lebih mungkin untuk kembali setelah pengobatan awal. 

4. Ras Untuk alasan yang belum jelas, orang kulit hitam memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat daripada orang dari ras lain. 

Pada orang kulit hitam, kanker prostat juga lebih cenderung menjadi agresif atau memasuki stadium lanjut. Kanker prostat adalah risiko bagi semua pria seiring bertambahnya usia, tetapi jika diketahui dan diobati sejak dini, prospek kesembuhannya sangat baik. Oleh sebab itu, seiring bertambahnya usia, pastikan untuk melakukan konsultasi dengan dokter Anda terkait risiko kanker prostat. Jika Anda memiliki gejala yang Anda pikir mungkin kanker prostat, segera bicarakan dengan dokter Anda. Untuk menurunkan risiko dan mencegah kanker prostat, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat. Pola makan kaya sayuran dan rendah lemak, disertai olahraga rutin dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat, serta meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Dari penjelasan diatas, kaum milenial memiliki potensi yang sangat kecil untuk mengalami kanker prostat. Kaum milenial harus ingat, masa muda adalah masa terbaik untuk menjaga kesehatan dengan berolah raga, menjaga pola makan karena aktifitas masa muda sangat berpengaruh pada masa tua nanti.

Artikel ini disadur dari Kompas.com 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kanker Prostat, Dapatkah Menyerang Kaum Milenial?

Trending Now

Iklan

iklan