Iklan

Najwa Bisa Apa Menghadapi Mafia Bola?

snapIG
08 November 2021 | 00.06 WIB Last Updated 2021-11-07T17:06:15Z
Photo : Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa
SnapIG.id - Tayangan Mata Najwa yang dibawakan oleh Najwa Shihab kembali mengangkat tema soal pengaturan skor di liga Indonesia dengan judul “PSSI Bisa Apa?”. Bukan kali pertama Najwa mengangkat soal isu pengaturan skor tersebut, masih tersimpan rapi pada platform youtube, tema tersebut pernah diangkat Najwa dua tahun yang lalu. Pada saat itu, tayangan tersebut membuat heboh jagat sepak bola Indonesia karena Najwa mengundang para pihak yang memang terlibat secara langsung terkait pengaturan skor di Liga 2 Indonesia pada saat itu.

Najwa kembali hadirkan acara dengan tema pengaturan skor “PSSI Bisa Apa, Jilid 6” (4/11). Acara dibuka dengan kritikan khasnya Najwa yang konon karena acara tersebut Najwa diancam akan dilaporkan oleh Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh jika Najwa tidak mau membuka identitas wasit yang diwawancarai Najwa pada saat acara berlangsung.

“Kabar pengaturan skor mencuat kembali, lagi dan lagi. Beberapa pelaku pengaturan skor telah diperiksa dan dihukum, tapi ya… semua serba tanggung, hukumannya enteng, mustahil memicu efek jera padahal sepak bola baru saja dimulai akibat pandemi, tapi mafia sepak bola sepertinya memang tidak pernah benar-benar mati” buka Najwa.

Mata Najwa pada acara tersebut menghadirkan koordinator Super Soccer, Akmal Marhali. Mantan Runner Pengaturan Skor, Bambang Suryo dan Atta Halilintar selaku Chairman AHHA PS Pati serta Raffi Ahmad selaku pemilik RANS Cilegon FC.

Acara tersebut menjadi ramai dibahas Netizen karena ada satu tamu yang Najwa hadirkan melalui teleconference dengan ditutupi topeng dan suara yang disamarkan. Najwa sendiri memperkenalkan orang tersebut sebagai Runner Pengaturan Skor yang terlibat secara langsung pada kasus yang lagi hangat yaitu Perserang, Serang.

Anonimous tersebut menceritakan kronologi mencuatnya kasus Perserang Serang ketika melawan Cilegon FC, klub miliknya Raffi Ahmad.

“Sebelumnya dua hari sebelum pertandingan, 7 sampai 8 pemain meminta saya mencarikan bandar, disini ada lah, ada yang saya datangkan tapi melalui video calo, orang itu orang dari Negeri seberang. Beberapa pemain siap bekerja dan mereka siap untuk kalah dua sampai tiga gol” terang anonimous.

“Namun pengaturan tersebut gagal karena kode datang 30 menit sebelum pertandingan, itu sudah tidak mungkin karena pemain sudah tidak membawa HP lagi. Biasanya kalau berhasil kita telah kondisikan pemain, officialnya dan pelatih juga” tutup anonimous.

Menyaksikan tayangan Mata Najwa tersebut memang membuat ironi para pecinta sepakbola Indonesia. Pengaturan skor telah merusak sportivitas dalam olahraga, namun apa yang dilakukan Najwa tentu tidak akan ada dampaknya jika pihak aparat penegak hukum tidak bertindak seperti pada kasus pada tahun 2018 lalu, Najwa hanya akan menjadikan kasus tersebut sebagai tema acara sampai jilid kesekian. Jika sudah begitu rusaknya Sepakbola Indonesia, lantas Najwa Bisa Apa?
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Najwa Bisa Apa Menghadapi Mafia Bola?

Trending Now

Iklan

iklan